GUNUNGKIDUL — Sekretaris Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Gunungkidul, Purwono Sulistyohadi, menyampaikan ucapan selamat memperingati Hari Kartini 2026 kepada seluruh perempuan Indonesia.
Ia menegaskan, peringatan ini tidak boleh hanya menjadi seremoni tahunan, melainkan harus dimaknai sebagai panggilan untuk melanjutkan perjuangan.
Menurutnya, semangat Raden Ajeng Kartini sebagai pelopor emansipasi dan pendidikan perempuan tetap relevan di era digital saat ini.
“Peringatan Hari Kartini bukan sekadar mengenang, tetapi momentum untuk menyalakan kembali api perjuangan,” ujarnya.
Purwono menekankan, perempuan harus terus diberi ruang untuk mengakses pendidikan, berpikir bebas, serta berperan aktif dalam pembangunan. Ia menyebut, di tengah perkembangan zaman, perempuan dituntut untuk terus berinovasi dan berkontribusi di berbagai sektor.
Ia juga mengatakan peran perempuan Indonesia yang kini semakin luas, mulai dari legislator, aktivis, pendidik, hingga pengusaha dan pemimpin. Hal ini didukung oleh akses pendidikan yang semakin terbuka dan setara.
Namun, tantangan masih membayangi. Berdasarkan data Komnas Perempuan, terdapat 459.094 kasus kekerasan terhadap perempuan sepanjang 2025. Kekerasan, diskriminasi di dunia kerja, serta stereotip sosial masih menjadi persoalan serius.
“Karena itu, diperlukan ruang aman, perlindungan, dan keadilan bagi perempuan,” tegasnya.
Purwono pun mengajak perempuan Indonesia untuk berani bermimpi dan beraksi, serta saling mendukung untuk maju bersama. Ia berharap, momentum Hari Kartini 2026 mampu memperkuat peran perempuan sebagai agen perubahan.
“Jangan jadikan Kartini hanya simbol tahunan. Jadikan semangatnya sebagai gerakan nyata untuk kemajuan bangsa,” pungkasnya.
